Photo 24 Apr Lama juga ngga lari-lari di tempat ini -.- (Taken with instagram)

Lama juga ngga lari-lari di tempat ini -.- (Taken with instagram)

Photo 24 Apr Reklamasi DAS (Taken with instagram)

Reklamasi DAS (Taken with instagram)

Photo 24 Apr Jembatan (Taken with instagram)

Jembatan (Taken with instagram)

Photo 24 Apr Tlogosari :) (Taken with instagram)

Tlogosari :) (Taken with instagram)

Photo 23 Apr 1 note Di dalam bukulah jiwaku bisa melihat dunia meski ragaku berada dalam penjara sekalipun..

Di dalam bukulah jiwaku bisa melihat dunia meski ragaku berada dalam penjara sekalipun..

Quote 21 Apr 4 notes
Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangan para perempuan tangguh: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama
— surat R.A Kartini kepada Prof Anton dan Nyonya pada tanggal 4 Oktober 1902. Sebuah arti emansipasi untuk wanita yang begitu kuat maknanya namun mungkin banyak perempuan di dunia ini yang melupakan arti emansipasi ini…
Photo 20 Apr selalu saja tersenyum tiap liat gambar ini :)
Thanks to yang mbikin, si TERRA10033

selalu saja tersenyum tiap liat gambar ini :)

Thanks to yang mbikin, si TERRA10033

Quote 5 Apr
Tidak ada yang berbeda semenjak aku kehilangan bakatku. Yang berbeda hanyalah aku harus berusaha LEBIH KERAS dalam melakukan setiap hal. Itu saja!!
— Ueki Kosuke, The Law of Ueki
Text 20 Mar 1 note Belajarlah Melihat Sekitarmu

Semenjak awal semester 2 ini, entah mengapa saya jadi semakin tertarik melihat dan memikirkan sesuatu di sekitarku.

Kata guru SMA sih katanya memang penglihatanku melihat sesuatu itu cukup unik (padahal silindris dikombo minus 2). Walau ngga merasa seperti itu, kata temen-temen SMA dulu hal seperti itulah yang menjadi kelebihan dan alasan yang sangat masuk akal menjadikanku ketua ROHIS SMA se-Kota Semarang (meski secara ilmu agama juga masih selalu dan selalu belajar).

Kalau dulu SMA sih yang selalu kuperhatikan dan kupikirkan ya macem kayak “mengapa anak IPS selalu dianggap kelas ‘buangan’?” “Mengapa anak SMA solat tepat waktu aja susah?” padahal jam istirahat selalu bertepatan dengan adzan dzuhur. “Mengapa juga banyak yang ngebet masuk kedokteran?” hingga pertanyaan macem “Mengapa kepala sekolah SMA 3 yang baru masih sangat muda?”

dan memang sih, pertanyaan yang muncul didepanku seketika langsung kucari jawabannya dengan caraku sendiri. Hingga memenuhi ruang logikaku dan mampu menjawab pertanyaanku ini dengan jelas..

——

Belajarlah melihat sekitarmu, hal ini yang selalu ditekankan oleh simbok sejak saya masih kecil. Hal yang pertama kulihat disekitarku adalah “KEMISKINAN”. Mengapa? karena saya dibesarkan di lingkungan yang cukup tertinggal. Lingkungan sekitarmu sebenarnya adalah sebuah pemancing nilai pembelajaran. Tumbuh dilingkungan dengan aliran perekonomian yang rendah membuatku terbiasa melihat dan mendengar keluhan ibu-ibu soal sembako yang naik, obrolan sopir angkot yang tak jauh dari persoalan kurangnya penumpang, hingga cerita pak rondha (kalau di perumahan dipanggil “satpam”) tentang kriminalitas yang semakin sering terjadi..

Dengan melihat keadaan lingkungan sekitar, kita akan melihat secara langsung dan kemudian berpikir untuk mencari solusi dari permasalahan sekitar kita..

Sederhana sih, tapi hal seperti inilah yang hilang di pemimpin-pimimpin bangsa sekarang ini. Mau turun kebawah untuk melihat permasalahan-permasalahan yang dialami rakyatnya..

Text 20 Mar Someday Somewrite

Lama ngga menulis??

Hemmmm, ngga juga sih. Sejak dari awal semester genap ini sampai sekarang malah kebanyakan proyekan dan deadline buat artikel di edisi perdana majalah himpunan (Insya Allah awal April ini terbit, yeah :D).

Yah, akhirnya saya kembali. Gitu saja sih :)


Unlimited Word Works digawe karo Yudist Admiral N. Powered by Tumblr.